Pulau Pramuka, Kep. Seribu

“We may be a small island, but we are not a small people” – Edward Heath

“…semoga bulan depan naik gaji! semoga kita bisa outing lagi!”, cuplikan yel divisi kantor kami ketika acara pesta penutupan tahun 2015.

The heroes of the story:

  • Tim Dipstrategy
  • Tim Profescipta

Dampak dari yel kami tersebut akhirnya membuahkan sebuah rencana outing kantor, meskipun sayangnya permohonan pertamanya belum dikabulkan (kapaaaaan??!!). Karena keterbatasan biaya (atau biaya yang dibatasi), pihak HRD memutuskan untuk outing dengan tujuan Pulau Pramuka, salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Outing akan dilakukan tanggal 3-4 Juni, tepat sebelum bulan puasa dimulai, tanggal 6 Juni.

Berhubung jalan-jalan kali ini semua akomodasi ditanggung kantor, jadi saya hanya akan review mengenai kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Pramuka tanpa biaya dan estimasi biaya.

Jumat, 3 Juni 2016

Kapal menuju Pulau Pramuka hanya berangkat di waktu tertentu, maka kami berkumpul di kantor jam 6 pagi agar bisa mengejar kapal yang berangkat jam 7 pagi. Dari kantor di Matraman, kami naik bus yang sudah disewa menuju pelabuhan Marina, Ancol. Saya baru 2 kali ke Kepulauan Seribu, dan baru kali ini melalui Pelabuhan Marina, karena sebelumnya lewat Pelabuhan Muara Angke. Ada peningkatan 🙂

Dari Marina, Ancol, kapal baru berangkat sekitar pukul 8, dan jarak tempuh ke Pulau Pramuka sekitar 1 jam naik speed boat (kalau dari Muara Angke mungkin lebih lama lagi karena perahunya lebih “tradisional”).

IMG-20160603-WA0000

Pelabuhan di Pulau Pramuka cukup ramai, karena banyak orang yang sedang menunggu untuk kembali ke Jakarta, pedagang, juga anak-anak sekolah yang baru pulang sekolah naik andong bernama ondong-ondong. Kami langsung menuju penginapan. Kami menyewa 3 penginapan; 1 penginapan yang lebih bagus untuk bos-bos, 1 penginapan untuk perempuan, dan 1 penginapan untuk laki-laki. 1 penginapan mempunyai sekitar 5-6 kamar. Saya sendiri menginap di penginapan Oma Siregar, yang mempunyai pemandangan pohon bakau dan pulau lain di depan kamar.

20160603_115025
Pemandangan dari kamar kami. Tingginya pohon bakau tergantung pasang-surut.

Hari ini agenda kami adalah permainan singkat (agenda wajib di kala outing), makan siang, istirahat sebentar, lalu snorkeling, island hopping, istirahat, makan malam, dan malam keakraban. Sedikit bingung sih dengan “malam keakraban”..

Kami mulai snorkeling sekitar jam 13.30, kami berangkat naik perahu kayu yang cukup besar. Tujuan pertama kami adalah Pulau Semak Daun. Pulau Semak Daun adalah pulau kecil yang biasa dihuni oleh campers, karena di sana tidak ada penginapan, jadi kalau mau menginap di sana harus menggunakan tenda. Tidak lama, di sana kami hanya dibagikan peralatan snorkel (saya bawa sendiri, kecuali fin, karena kalau fin pakai punya orang lain tidak apa-apa), dan briefing singkat.

_MG_5129 2

Dari sana, kami berangkat lagi menuju spot snorkel di dekat-dekat Pulau Semak Daun. Jujur saja, saya kurang menikmati alam bawah lautnya, karena jarak dari permukaan dan terumbu karangnya sangat dekat, sehingga fin akan terus mengenai karang dan koral di bawah. Saya sangat takut merusak karang, sehingga berenangnya pun kurang leluasa, padahal pemandangannya cukup indah meskipun sudah ada koral yang memutih, tanda sedang sekarat :(. Akhirnya saya berenang ke tempat yang lebih dalam dan mencoba untuk melatih free diving yang ternyata sangat sulit hahahaha!

Setelah cukup lama di sana (sekitar 30 menit), saya naik kapal dan sekitar 15 menit kemudian kami berangkat menuju penangkaran hiu. Untuk menuju ke sana, kami melewati beberapa tempat menarik. Pertama, kami melewati Pulau Air. Pemandangannya sangat cantik, sebetulnya, jika tidak banyak sampah. Masih ada biawak yang berenang, sehingga cukup terasa di alam liarnya. Saya duduk di bagian depan perahu, yang membuat saya semakin menikmati keindahannya.

_MG_5252 2
THE OH SO FINE TURQUOISE WATER

Dari sana, kami mampir di Pulau Gosong yang merupakan gundukan pasir membentuk pulau ketika air sedang surut. Saat itu air sedang pasang, sehingga pulaunya tidak terlihat, tapi tetap dangkal.

C360_2013-08-17-14-58-13-621
Mungkin jika surut akan terlihat seperti ini. Photo credit: Jangkrik Tour di FJB Kaskus
_MG_5300 2
Jika sedang pasang seperti ini. Ceritanya sedang weekly meeting dipimpin oleh anak SiBos

Dari Pulau Gosong, kami jalan lagi ke Nusa Keramba, sebuah tempat khusus restoran dan penangkaran hiu. Di sana, kamu bisa beli ikan yang sudah dibungkus sebagai “sesajen” untuk hiu dan ikan-ikan karnivora yang tergolong cukup besar di sana. Kalau “sesajen” untuk manusia, kamu bisa mampir ke restoran di sana yang juga menjual ikan-ikan segar untuk dibawa pulang atau langsung dihidangkan di sana. Bahkan di sana dijual minuman segar dan es krim!

Tidak terasa, matahari sudah mulai tenggelam, dan kamu bisa menikmati pemandangan sunset di beberapa spot favorit di sana. Saya sendiri tidak berlama-lama menikmati indahnya sunset, karena sudah ingin mandi dan ganti baju.

Malam datang, kami ngumpul lagi ditemani barbeque ikan dan sosis. Kegiatan barbeque ini saya lihat terjadi di berbagai penginapan di Pulau Pramuka, jadi sepertinya untuk bisa barbeque kamu bisa langsung request ke pemilik penginapan. Beberapa dari kami memutuskan untuk melihat sekitar Pulau Pramuka, dan sayangnya di sana tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan, terutama kalau malam.

Sabtu, 4 Juni 2016

Mengejar sunrise……….I did not. Saya bangun kesiangan, tapi banyak yang menikmati sunrise dan mendapatkan foto-foto oke. Anyway, setelah sarapan hari ini agenda kami adalah mengunjungi rumah penyu. Yaaaay, I’m so excited! Pulau Pramuka memang dikenal sebagai salah satu tempat penangkaran penyu sisik terbesar. Penyu sisik sendiri adalah jenis penyu yang sudah mulai langka dan terancam punah, sehingga harus dilestarikan.

Rumah penyu di sini menurut saya lebih bagus daripada di Gili Trawangan, karena lebih besar, penyunya lebih banyak, dan petugasnya cukup informatif. Penyunya juga lucu-lucu sekali!

Untuk penyu-penyu kecil, kita belum boleh memegangnya, karena takut terkontaminasi bakteri dan virus yang dibawa manusia. Sebelum memegang penyu yang sudah besar pun kita diwajibkan untuk cuci tangan dulu di tempat yang telah disediakan.

IMG-20160604-WA0013

Tepat di seberang Rumah Penyu, ada are konservasi mangrove, namun tidak begitu besar.

20160604_100132
Tepat di seberang Rumah Penyu, terdapat area konservasi mangrove

Dari sana, kami mampir di lapangan yang jadi tempat bermain anak-anak sekitar. Di taman itu ada deck dengan pemandangan yang cukup indah.

IMG-20160604-WA0005

Sudah siang, sudah waktunya kami pulang! Kami kembali naik speed boat menuju Marina, Ancol. Kira-kira kapalnya berangkat pukul 1 siang dan sampai di Jakarta sekitar jam 2 siang.

Things I’ve learned from this trip:

  • Not much. Jadi pengen pelihara penyu kali ya.
  • Semakin yakin kalau kita HARUS WAJIB BANGET pelihara alam, kali ini khususnya alam laut, karena di sini ada beberapa terumbu karang yang mulai memutih 😦
  • JANGAN ambil makanan yang sudah jatuh ke beton kotor tempat kucing dan hanya-Tuhan-yang-tahu lalu lalang, kalau tidak mau diare.

Signature food I’ve tried:

  • Barbeque ikan — enak kok, tapi mungkin bumbunya terlalu pedas untuk lidah saya.

What I think about this trip:

Tujuan diadakannya outing adalah untuk mengakrabkan sesama kolega, tapi rasanya tidak terlalu berpengaruh. Game klisenya pun sangat singkat dan kurang berkesan (maaf yaa..)

Sudah bikin itinerary untuk trip selanjutnya,

Cheers!

Medina

IMG-20160604-WA0000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s